Misi Dill: Mencari Sayuran Kesayangan di Indonesia
Pernahkah Anda mencoba menjelaskan kepada orang Indonesia apa itu dill? Setelah tinggal bertahun-tahun di Indonesia, Anda terbiasa dengan tidak adanya produk-produk yang biasa. Tetapi ketika Anda menyadari bahwa dill sama sekali tidak ada di sini — ini hampir seperti kejutan budaya!

Bayangkan: Anda memasak kentang dengan bawang putih, membuka kulkas mencari seikat sayuran hijau yang harum dan… tidak ada. Orang lokal menggunakan seledri dan daun bawang. Itu saja. Tidak ada peterseli untuk salad, tidak ada dill untuk borsch atau soto ayam.
Di Bali dan Jakarta, dill kadang-kadang ditemukan — ada banyak orang asing di sana, dan pasar menyesuaikan. Tetapi di provinsi? Lupakan saja. Orang lokal bahkan tidak tahu seperti apa bentuknya.
Saya memutuskan untuk mengambil inisiatif dan menanam sayuran favorit saya di kontainer di teras. Bagaimanapun, kami terbiasa menaburkan dill dengan tangan yang murah hati ke mana saja — kentang, salad, sup, bahkan sandwich. Tanpa itu, makanan terasa tidak lengkap bagi kami.
Upaya untuk memesan bibit siap pakai secara online berakhir dengan kegagalan. Orang Indonesia mudah mengacaukan dill dengan adas manis dan adas pedas — mereka memiliki daun bergerigi yang serupa. Anda memilih “dill, adas pedas”, tetapi yang datang adalah tanaman yang sama sekali berbeda.
Saya memutuskan: kalau tidak dengan satu cara, maka dengan cara lain. Dan saya memesan benih dari lima toko berbeda secara bersamaan.
Setelah menyiapkan kontainer persegi panjang, campuran tanah, dan sabut kelapa untuk mulsa, saya menabur benih*.

Dan keajaiban terjadi! Paket pertama ternyata berhasil. Sudah dari bentuk benihnya jelas — ini benar-benar dill. Dan ketika muncul tunas dengan daun seperti benang yang khas, saya tidak tahan dan mencoba tunas muda itu.
Inilah dia, rasa yang itu! Halus, segar, dengan sedikit nada adas manis — dill sejati, bukan adas penipu.
Sekarang tinggal menunggu sampai tumbuh — dan sudah bisa dengan berani mencincangnya ke semua hidangan. Kemenangan kecil, tetapi betapa enaknya rasanya!
*Penanaman:
- Kontainer plastik persegi panjang dengan lubang drainase
- Campuran tanah (tanah bunga universal)
- Sabut kelapa (cocopeat) untuk mulsa dan menjaga kelembaban
- Benih ditabur di permukaan, sedikit ditaburi tanah dan sabut kelapa
- Penyiraman sedang, tanpa terlalu basah
Saran: Pesan benih dari beberapa penjual sekaligus. Di Indonesia ada kebingungan seperti itu dengan dill, lebih baik bermain aman! Misalnya, bisa beli di sini.
