Tentang Kami
Salam hijau!
Nama saya Elena, dan saya senang menyambut anda di halaman proyek ini.
Di blog ini saya berbagi pengalaman pribadi bercocok tanam organik di Pulau Jawa: bagaimana kami menanam durian, mangga, alpukat, dan bunga tanpa bahan kimia, tantangan apa yang kami hadapi, dan solusi apa yang kami temukan. Tips dan trik kami akan bermanfaat bagi mereka yang tinggal di Bali dan wilayah eksotis lainnya di planet kita.
Keluarga kami tinggal di Indonesia sejak 2018, dan perjalanan berkebun dimulai secara tak terduga — dalam keheningan dan ketidakpastian lockdown 2020. Saat itulah kami ingin menciptakan sesuatu yang hidup, nyata, yang tumbuh bersama kami.
Eksperimen pertama kami dilakukan di taman kecil seluas hanya 300 meter persegi — di lahan ibu mertua saya. Sebidang tanah kecil ini menjadi laboratorium pertama kami: kami mencoba, membuat kesalahan, belajar mengamati dan mendengarkan alam. Tak lama kemudian kami mendapatkan lahan sendiri di daerah pegunungan, dan sejak saat itu semua perhatian kami beralih ke sana.
Mengapa durian? Di satu sisi, menanam durian yang benar-benar enak bukanlah tugas yang mudah, jadi ini adalah tantangan. Di sisi lain, durian dapat memberikan imbalan yang besar atas kesabaran dan kerja keras, karena panen yang baik dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan. Setuju, ini adalah motivasi yang bagus.
Perkenalan saya dengan durian bertahap. Pertama kali saya mencobanya di rumah saudara — sepotong kecil saja, yang rasanya tidak saya mengerti saat itu. Kemudian kami bepergian bersama keluarga ke Pulau Madura dan dalam perjalanan berhenti untuk mencoba durian. Dan saat itulah terjadi wahyu sejati: tekstur krim, aroma yang kaya, rasa yang benar-benar meleleh di mulut. Dan cinta saya akhirnya terpatri beberapa bulan kemudian, ketika seorang teman memberi kami tiga buah durian matang sekaligus. Setelah itu tidak ada keraguan lagi — saya jatuh cinta padanya sepenuhnya dan tak terbantahkan.
Dengan penanaman durian, kebun kami mulai tumbuh dan berubah. Mereka secara bertahap bergabung dengan mangga, alpukat, jeruk, dan buah beri. Dan pada tahun 2024 giliran tanaman bunga. Jadi langkah demi langkah lahirlah sudut surga kami — hidup, beragam, dan penuh dengan cerita.
Saya mengundang Anda dalam perjalanan menarik melalui halaman kebun tropis kami — dengan kegembiraan, penemuan, dan kemenangan kecil.
